• SMP 2 MEJOBO adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri yang beralamat di : Jalan Raya Mejobo Kudus, Jawa Tengah, Indonesia Telp. (0291) 435393.

    Silahkan bergabung di Facebook SMP 2 Mejobo Kudus
  • pengumuman
    Semua alumni SMP 2 Mejobo yang BELUM mengambil IJASAH dan SKHUN, mohon diselesaikan secepatnya di bagian Kurikulum. Jika tidak diambil dan terjadi sesuatu jangan salahkan Sekolahan (hilang atau rusak).
    .
    :::::::...Kegiatan Sekolah...:::::::
    Pengumuman Hasil UN Tingkat SMP : BELUM ADA INFO MASIH TETAP DI POS UN (14 JUNI 2014) .
  • s1

  • IP HTML hit counter - Quick-counter.net
  • admin :

pendidikan

SMP 2 MEJOBO KUDUS

SMP 2 Mejobo adalah salah satu SMP negeri yang ada di kudus, tepatnya berada di sebelah tenggara dari kota kudus. 


Mengapa Orangtua Harus Lebih Terlibat dalam Pendidikan Anak?

Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al-Tahrim ayat 6 berfirman: “ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang pun dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah (suci). Kedua orangtuanyalah yang menjadikannya sebagai orang Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.”

Firman Allah SWT dan Sabda Rasulullah SAW di atas menggambarkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab penuh dari kedua orangtua, bukan yang lain. Tanggung jawab bukan sebatas memilihkan sekolah atau membiaya sekolah dan segala keperluanya. Lebih dari itu, tanggung jawab orangtua diwujudkan dalam keterlibatan langsung orangtua dalam pendidikan (kehidupan) anak-anaknya. Ketika orangtua terlibat langsung dalam kehidupan dan pendidikan anak-anaknya, maka mereka akan memberi perlakuan yang lebih tepat kepada anak-anak. Hasil-hasil penelitian (Henderson dan Mapp, 2002; National Standards for Parent/Family Involvement Programs, 2004) membuktikan bahwa keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak berhubungan dengan :

1. Prestasi anak ,

 Ketika orangtua terlibat, anak memiliki prestasi yang lebih tinggi, tidak memperhatikan status sosial ekonomi, latar belakang etnis/ras atau tingkat pendidikan orangtua

 Ketika orangtua terlibat dalam pendidikan anak mereka, anak-anaknya memiliki skor tes yang lebih tinggi, anak lebih sering menyelesaikan pekerjaan rumah, dan kehadiran anak di sekolah lebih tinggi

 Dalam program yang dirancang untuk melibatkan orangtua dalam kemitraan yang penuh, prestasi anak-anak dari keluarga yang tidak beruntung tidak hanya meningkat tetapi juga mampu mencapai level standar yang dipersyaratkan bagi anak-anak dari status sosial ekonomi menengah.

 Para siswa kemungkinan besar mengalami kemunduran dalam prestasi akademik jika orangtua tidak berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sekolah, tidak mengembangkan sebuh hubungan yang menguntungkan dengan guru, dan tidak memantau apa yang terjadi di sekolah anak-anak mereka

 anak-anak lulus dari sekolah dengan nilai yang lebih tinggi,

 anak-anak memiliki kemungkinan besar untuk memasuki pendidikan tinggi,

2. Perilaku anak

 Ketika para siswa melaporkan dirinya merasa mendapat dukungan dari sekolah dan rumah, mereka memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, merasa sekolah lebih penting, cenderung melakukan sesuatu dengan lebih baik

 Perilaku-perilaku siswa seperti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, perilaku kekerasan, dan perilaku antisosial lainnya menunjukkan penurunan seiring dengan meningkatnya keterlibatan orangtua

 anak memperlihatkan sikap-sikap dan perilaku-perilaku yang lebih positif,

3. Budaya

 Sekolah-sekolah yang berhasil adalah sekolah-sekolah yang berhasil melibatkan orangtua dari berbagai latarbelakang sosial-ekonomi-budaya, memusatkan diri pada membangun hubungan kemitraan yang menguntungkan antara para guru, keluarga, dan anggota masyarakat; mengakui, menghargai, dan mempertimbangkan kebutuhan keluarga seperti halnya perbedaan status dan budaya; mengembangkan sebuah pandangan kemitraan bahwa wewenang dan tanggung jawab adalah dipikul bersama-sama.

4. Usia

 Keuntungan-keuntungan dari keterlibatan orangtua tidak terbatasi pada anak-anak usia dini; mereka semua mendapatkan keuntungan yang bemakna pada semua kelompok usia dan semua tingkatan pendidikan.

 Para siswa SMP dan SMA yang orangtuanya tetap terlibat dalam pendidikan mereka, mampu melakukan peralihan yang lebih baik, memelihara kualitas kerja mereka, dan mengembangkan rencana-rencana yang realistis terkait masa depan mereka. Sebaliknya, para siswa yang orangtuanya tidak terlibat lagi, kemungkinan mengalami drop-out sekolah lebih besar.

5. Kualitas Sekolah

• Sekolah-sekolah yang bekerjasama dengan orangtua dengan baik meningkatkan semangat guru dan mendapat penilaian yang lebih tinggi dari para orangtua.

• Sekolah-sekolah yang para orangtuanya terlibat memiliki dukungan yang lebih banyak dari para orangtua dan memiliki reputasi yang lebih baik di masyarakat.

• Sekolah-sekolah yang dinilai bagus dalam program kemitraan dengan orangtua memperlihatkan hasil ujian nasional yang lebih baik.

Oleh karena itu, kata Muhammad Nur Abdul Hafizh dalam bukunya” Mendidik Anak bersama Rasulullah, “Bersegeralah kamu dalam mendidik anak sebelum kesibukanmu melalaikanmu, karena sesungguhnya apabila anakmu telah berumur dewasa dan telah berakal (tetapi tidak berpendidikan), dia akan menyibukkan hatimu (dengan keburukan) (hikmah).”

Sumber : kurniawan staf UII


Pendidikan Anak

Sebagai orang tua kita ingin memberikan pendidikan yang terbaik pada anak-anak kita. Dan hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, memilihkan sekolah yang baik buat anak-anak kita.

Saat memasukan anak-anak kita ke playgroup berbeda dengan TK,  karena yang diutamakan adalah beradaptasi/sosialisasi  dengan teman sebayanya disamping ada tujuan lain diantaranya :

  • bermain & bersenang-senang, sharing, merasakan “menang dan kalah”, melatih kreatifitas anak, melatih motorik kasarnya, mempersiapkan anak agar pada saat masuk TK sudah tidak lagi susah dalam bergaul / beradaptasi dengan guru serta teman-temannya..
  • Untuk pertimbangan pemilihan TK diantaranya adalah :     

     

  • Agama, mencari sekolah yang sesuai dengan agama karena pelajaran agama harus sudah dikenalkan kepada anak dari sejak dia dalam kandungan Ortua & juga sejak dia sudah mengetahui/ mengenal agamanya. Atau mencari sekolah yang tidak berdasarkan agama tertentu sehingga diharapkan anak menyadari dan mengetahui adanya perbedaan agama, perbedaan ras dan anak dapat bersikap sopan terhadap yang lain dan anak sadar akan identitas dirinya tetapi juga luwes bergaul dengan mereka yang berbeda dari dirinya.
     
  • Lokasi, dekat dengan rumah karena anak masih kecil, mudah untuk diantar dan dijemput. Jika terpaksa memilih sekolah yang letaknya jauh dari rumah, pengunaan bis sekolah dapat dipertimbangkan. Bis sekolah dapat melatih anak untuk mandiri dan bersosialisai dengan teman–teman yang berada dalam bis tersebut apalagi jika kedua orang tua bekerja dan tidak ada yang dapat mengantar dan menjemput, tetapi jika mengunakan bis sekolah anak akan berada terlalu lama dalam bis sekolah.
     
  • Kurikulum, mutu pendidikan, kemampuan guru, dan sekolah tidak mematikan kreatifitas anak, dimana anak tidak dituntut untuk mengikuti kehendak gurunya.
     
  • Biaya, dengan biaya yang tidak terlalu mahal dan kualitas yang  tidak mengecewakan.
  • Saat anak memasuki sekolah yang lebih tinggi SD, SMP, SMA  pertimbangan mutu sekolah, disiplin  sangat diutamakan, kemudian kita berpikir untuk memasukan anak-anak kita pada sekolah sesuai atau pertimbangan lainya.

    Pendidikan anak bukan hanya disekolah saja, tetapi dirumah dan di masyarakat sekitar kita. Sebagai orangtua hanya berusaha membangun fondasi yang kuat untuk mereka termasuk mental-spiritual dan kita harus dapat menjadi teladan yang baik untuk anak kita.  

     

Sebagai orangtua sebaiknya tidak hanya memikirkan IQ anak saja tetapi kita berusaha membentuk keseimbangan antara IQ dan EQ (kecerdasan emosional seseorang yang dipengaruhi oleh lingkungan), karena  dengan EQ tinggi anak diharapkan dapat survive dalam segala masalah hidup walaupun anak itu hanya memiliki IQ yg rendah, dia mampu menghadapai kegagalan dan belajar mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut. Pada seseorang yang memiliki EQ rendah sedangkan berIQ tinggi, atau di atas rata – rata akan mempunyai kecendrungan untuk sulit menguasai emosi.

Apapun usaha dan harapan orangtua pada anak harus diingat bahwa itu adalah kehidupan anak bukan milik kita, maksud kita ingin anak kreatif dan mandiri tetapi sudah ngatur semua masa depannya.

Sumber :http://dunia-ibu.com

 

 


 << Kembali >>


4 Tanggapan

  1. Hai…. Bagus lho blognya

  2. selamat deh! maju terus, kapan gunting pita peresmian bog he2…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: